SABAR DALAM KENIKMATAN
Hati dan Pikiran Mulai Terbuka
Menajdi Pedoman
Keagungan Sabar
Assalamu'alaikum...........
SABAR....... Sungguh menyenangkan , mendamaikan ,mencerahkan hati setiap insan. Tapi kenapa sulit sekali menjadi orang sabar??? Menjadi insan yang sabar sebenarnya enggak sulit, tapi butuh niat yang benar-benar dari hati yang ikhlas. Sabar dapat tumbuh dari hati yang ikhlas, mungkin semua insan sudah sering mendengarnya. tapi jarang lo.... yang mau memeprakterkkannya. Aku sendiri juga masih belajar, tapi tenag enggak usah takut menjadi orang sabar. Kita bisa memulainya dari hal-hal kecil. Beristighfar itu salah satunya, walau kelihatannya sepele tapi enggak mudah lo buwat ngebiasainnya. Juga jangan sepelekan memebaca istighfar. OK! Kalau kita udah terbiasa membaca istighfar, sabar akan mulai tumbuh dengan sendirinya. Tapi ingat baca istighfarnya yang ikhlas ya!!! Kalau kita udah bisa dengan langkah awal tadi, bisa dilanjutin dengan ambil tindakan. Ambil tindakan mungkin ini agak sulit. tapi jangan takut untuk memeprakterkannya ya!!! kita bisa memulainya dengan tndakan kecil dan jika udah terbiasa dan ikhlas baru kita lanjutin ke tindakan yang yang butuh pengorbanan besar. Jika kita udah terbiasa dengan semua itu, Insyaallah kita ngejalaninya akan mudah. dan pastinya hidup akan lebih damai.Bukan luarnya saja tapi dalamnya. Semoga ini dapat memebantu temen-teman untuk bisa bersabar dalam menjalani kehidupan ini. Aamiin.........
Wassalmu'alaikum....................
Spiritual Inspiration
Hidup hanya mengharapkan Cinta-Mu, Kasih-Mu.....
SEPULUH HAL YANG TIDAK BERMANFAAT.
Pertama: memiliki ilmu namun tidak diamalkan.
Kedua: beramal namun tidak ikhlash dan tidak mengikuti tuntunan nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ketiga: memiliki harta namun enggan untuk menginfakkan. Harta
tersebut tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat di dunia dan juga tidak
diutamakan untuk kepentingan akhirat.
Keempat: hati yang kosong dari cinta dan rindu pada Allah.
Kelima: badan yang lalai dari taat dan mengabdi pada Allah.
Keenam: cinta yang di dalamnya tidak ada ridho dari yang dicintai dan
cinta yang tidak mau patuh pada perintah-Nya.
Ketujuh: waktu yang tidak diisi dengan kebaikan dan pendekatan diri
pada Allah.
Kedelapan: pikiran yang selalu berputar pada hal yang tidak
bermanfaat.
Kesembilan: pekerjaan yang tidak membuatmu semakin mengabdi pada Allah
dan juga tidak memperbaiki urusan duniamu.
Kesepuluh: rasa takut dan rasa harap pada makhluk yang dia sendiri
berada pada genggaman Allah. Makhluk tersebut tidak dapat melepaskan bahaya dan
mendatangkan manfaat pada dirinya, juga tidak dapat menghidupkan dan mematikan
serta tidak dapat menghidupkan yang sudah mati.
Itulah sepuluh hal yang melalaikan dan sia-sia. Di antara sepuluh hal
tersebut yang paling berbahaya dan merupakan asal muasal segala macam kelalaian
adalah dua hal yaitu: hati yang selalu lalai dan waktu yang tersia-siakan.
Hati yang lalai akan membuat seseorang mengutamakan dunia daripada akhirat,
sehingga dia cenderung mengikuti hawa nafsu. Sedangkan menyia-nyiakan waktu
akan membuat seseorang panjang angan-angan.
Padahal segala macam kerusakan terkumpul karena mengikuti hawa nafsu dan
panjang angan-angan. Sedangkan segala macam kebaikan ada karena mengikuti al
huda (petunjuk) dan selalu menyiapkan diri untuk berjumpa dengan Rabb semesta
alam.
Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Segala puji bagi Allah,
yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Rujukan: Al Fawa’id, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, hal. 108, Darul
‘Aqidah, cetakan pertama, 1425 H.






