SABAR DALAM KENIKMATAN
Diposting oleh
UmmAlkhoir's Blog
|
MACAM-MACAM SABAR
SABAR………. Mungkin banyak
orang menganggap “SABAR” hanya ada
kaitannya dengan musibah, bencana, ujian hidup dan yang lainnya ( yang tidak
menyenangkan). Memang itu sangat berhubungan,
tetapi ternyata ada sisi lain yang mungkin sebagian orang belum tahu secara
mendalam. SABAR tidak hanya berhubungan
dengan hal-hal yang tidak menyenagkan. Ternyata SABAR juga harus kita terapkan
saat kita mendapat kan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya saja kita dikarunia
kepandaian Oleh ALLAH SWT, kita harus sabar dari sifat “sombong”. Mungkin kita
sering bersikap sombong tapi kita tidak menyadarinya. Itu memang sangat
berbahaya bagi jiwa kita. Mungkin sering terbesit dalam hati kita kata" BERUNTUNGNYA AKU PUNYA OTAK YANG CERDAS". Tanpa kita sadari kata itu akan mengundang sikap sombong dari diri kita. Wah..... pokoknya kita harus waspada dengan sikap sombong. Kita harus menyikapi kelebihan yang kita punya dengan tetap rendah hati, dan selalu mengingat bahwa itu semua adalah milik ALLAH SWT. Berangkat dari sini, saya berharap para remaja mulai sadar dan mau membangun sikap SABAR dan IKHLAS baik terhadap ujian, cobaan, musibah, atau bahakan kenikmatan yang diberikan Oleh ALLAH SWT kepada kita. Aamiin.....
Read User's Comments(0)
Hati dan Pikiran Mulai Terbuka
Diposting oleh
UmmAlkhoir's Blog
|
Pikiran Dan Hati memang
sulit untuk disatukan. Benar....., selama empat hari kemarin saya
benar-benar mengalaminya. Pikiran kosong, tapi hati merasakannya.
Rasanya benar-benar enggak bisa dituangkan. Ini mungkin memang salah
Saya, selalu mengedepankan ego. Allah selalu bersama saya, saya yakin itu. Tapi ini memang salah saya. Ya Allah hamba hanya manusia biasa. yang tidak lepas dari kekurangan, Selama ini hamba tidak selalu mengingat-Mu. Hamba sadar sesadar-sadarnya.
Sekarang hamba merasakan kerinduan yang amat Kepada-Mu Ya Rabb.
Memang hanya Engkau yang kini tahu apa yang sedang hamba rasakan, isi
pkiran hamba, perjuangan hamba, tekad hamba. Hamba selalu berdoa semoga
hamba selalu ingat Kepada-Mu
dalam setiap langkah, pilihan, keputusan yang hamba pilih. Memang sulit
untuk memilih dan memutuskan sesuatu yang nantinya sangat memepengaruhi
kehidupan hamba nantinya. Tapi dengan selalu mengingat-Mu dalam setiap langkah hamba, hamba yakin itu akan sangat lebih baik. Sekarang Hati dan Pikiran hamba mulai Terbuka. Ya Allah iringilah hamba dalam setiap langkah hamba. Ya Allah Ya Rabb.....
Menajdi Pedoman
Diposting oleh
UmmAlkhoir's Blog
|
Shalat dan Shabar
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan
sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang
yang khusyu', (yaitu)
orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui
Tuhannya, dan
bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS Al Baqarah:45-46)
Kita sering kali mencari pertolongan ke sana ke mari
saat kita ditimpa masalah,
namun kita (mungkin hanya saya), malah sering lupa
untuk meminta pertolongan
kepada Allah SWT melalui shalat dan shabar. Shalat adalah
bukti ketundukan
kita kepada Allah SWT, shalat adalah do’a, shalat
adalah ibadah yang bukan
hanya memuji Allah SWT tetapi juga berisi
permintaan-permintaan kita kepada
Allh SWT.
Alangkah indahnya dalam sujud dan ruku’ kita
mensucikan dan memuji Allah
sebagai simbol ketundukan dan ketaatan kita kepada
Allah SWT. Allah Maha
Pengasih dan Maha Penyayang, jangankan kepada
makhluq-Nya yang tunduk
dan taat, bahkan kepada orang-orang yang membangkang
pun dengan segala
kesombongannya, Allah masih tetapi memberikan nikmat
tiada tara.
Mungkin kita perlu membenahi shalat kita, agar sesuai
dengan syariat dan
menjalankannya dengan penuh kekhusyuan. Kita
seharusnya malu jika masih
setengah-setengah menjalankan shalat, mengabaikannya,
tidak peduli apakah
shalat kita sudah benar atau tidak, dan shalat hanya
penggugur kewajiban.
Sudahkah shalat kita sesuai syariat?
Sudahkah kita yakin bahwa shalat kita sudah sesuai
dengan syariat? Marilah kita
bertanya, apakah takbiratul ihram kita sudah benar?
Jika ya, tahukah Anda ayat
atau hadits yang membuktikan bahwa takbiratur ihram
kita itu sudah benar? Jika
kita masih ragu atau masih belum bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan ini,
berarti kita masih perlu belajar, masih perlu membuka
buku-buku fiqh dari ulama
terpercaya.
Langganan:
Postingan (Atom)






